Home > Menulis ilmiah populer > Keuntungan menulis ilmiah populer

Keuntungan menulis ilmiah populer

Ketika menulis buku pertama (Serangga di Sekitar Kita) pada sekitar tahun 1993, maka yang terpikir di benak saya waktu itu adalah agar buku tersebut dapat digunakan sebagai “bahan bacaan” dan sekaligus  untuk memancing “fulus”. Namun, ketika buku tersebut diterbitkan (tahun 1994 oleh PT. Kanisius), maka pikiran saya berubah: menulis ilmiah populer ternyata menguntungkan! Oya? Apa itu?

Sampul buku Serangga di Sekitar Kita (1994)

Keuntungan pertama, saya menjadi semakin memahami pentingnya “diri kita” sebagai agens “penerjemah” bahan-bahan ilmu yang saya pelajari (Entomologi= Ilmu Serangga) yang rumit, membosankan (karena penuh dengan hafalan nama dan istilah asing…^-^), sulit, dan sebutan entah apalagi, menjadi penjelasan yang lebih renyah, mudah “dikunyah” oleh otak, dan akhirnya mampu membuka pemahaman orang pada bahan yang kita sajikan. Hmmm, masih terasa hingga kini, bagaimana puasnya kita ketika ada sekian orang yang mengatakan:”Wah, terima kasih Pak bukunya. Saya jadi sedikit lebih ngeh pada serangga”. Nah!

Keuntungan kedua, nama saya mendadak menjadi terkenal ^-^. Wah, gak nyangka lho. Beberapa bulan setelah buku tersebut terbit, saya mendapatkan banyak surat yang mengkritisi buku tersebut. Ada yang menyanjung, ada yang mendebat, dan adapula yang menanyakan seluk-beluk serangga. Waktu itu (tahun 1994) belum ada media komunikasi sehebat sekarang semacam HP (belum lazim), apalagi blog dan jejaring sosial (FaceBook, Twitter, dan semacamnya). Jadi, surat adalah sarana komunikasi yang paling bisa diandalkan. Maka, terjadilah interaksi-korespondensi saya dengan para pembaca. Rasanya? Gak usah ditanya deh! Puas, senang, bangga, dan tentunya…bersyukur, karena jalur silaturahim menjadi terbuka lebar.

Dua keuntungan di atas ternyata terus berkembang hingga kini, karena hampir setiap orang yang mengenal saya kemudian mempercayai saya sebagai seorang “penulis buku ilmiah populer”. Wah, seru juga nih! Meskipun, sampai saat ini pula saya masih saja ragu, benarkah demikian? Tetapi, hal tersebut setidaknya kemudian makin melecut saya untuk lebih mengasah otak dan menajamkan tulisan untuk menghasilkan buku-buku berikutnya. Seperti halnya orang lain yang sudah “sukses” menghasilkan karya, maka perasaan sayapun sama: ingin terus menulis!

So, jika Anda berminat, silakan saja menulis!

Salam,

Nugroho S. Putra

  1. July 9, 2011 at 4:28 am

    wah, rupanya memang seorang penulis buku ilmiah populer ya…sepertinya saya harus berguru ni sama mas biar bisa membuat sebuah buku juga🙂

    • nsputra
      July 9, 2011 at 6:13 am

      He…he…ayo menulis mas. Menarik lho prosesnya….kadang-kadang bosan, senewen, tapi sumpah…lebih banyak senangnya…

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: